Bupati Tana Toraja dan Kadis Lingkungan Hidup Hadiri Rakornas Pengelolaan Sampah di Jakarta.

KAREBA, JAKARTA –Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tana Toraja, Nirus Nicolas Sakke, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2025 yang digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu, 22 Juni 2025.

Rakornas ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, yang diikuti oleh sebanyak 514 perwakilan pemerintah kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

Mengusung tema “Menuju Kelola Sampah 1000”, kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penyelesaian masalah sampah secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir, dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.

Fokus utama adalah pada penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat, teknologi tepat guna, dan peningkatan kapasitas daerah.

Dalam keterangannya usai mengikuti Rakornas, Bupati Zadrak Tombeg menyatakan bahwa kegiatan ini sangat positif dan sejalan dengan visi Kabupaten Tana Toraja dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Program ini sangat relevan dengan tagiine kami, Tana Toraja Masero atau Tana Toraja Bersih. Pengelolaan sampah adalah program prioritas yang telah kami laksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan lembang, salah satunya dengan menggalakkan pembentukan Bank Sampah,” ujar Bupati Zadrak.

la menegaskan, pengelolaan sampah tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di Tana Toraja.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan. Dengan menjaga kebersihan, kita menjaga kesehatan dan masa depan generasi Toraja yang lebih baik,” tambahnya.

Zadrak juga berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dan sinergi lintas sektor dalam pengelolaan sampah, termasuk pelibatan sektor swasta dan dunia pendidikan, sebagai bagian dari strategi menuju Tana Toraja yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Red/*)

Pos terkait