Bupati Mamasa Tegas Usut Akun Medsos yang Hina Insiden Bendera Terbalik

KAREBA, MAMASA –Insiden bendera Merah Putih yang sempat terbalik saat upacara peringatan HUT ke-80 RI di Kabupaten Mamasa memicu berbagai reaksi masyarakat.

Meski Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, telah menegaskan bahwa kejadian tersebut murni kesalahan teknis dan di luar unsur kesengajaan, muncul unggahan di media sosial yang dianggap menghina dan memprovokasi warga Mamasa.

Bacaan Lainnya

Dalam unggahan di Facebook, sebuah akun bernama Tri Wahyu menampilkan foto bendera Polandia (putih di atas, merah di bawah) dengan keterangan: “Pengibaran bendera Polandia di bumi Kondosapata’😄”. Unggahan ini langsung menuai kecaman warganet, khususnya masyarakat Mamasa, karena dinilai melecehkan insiden yang sudah diklarifikasi pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Welem Sambolangi menyampaikan sikap tegas. Ia menilai tindakan akun tersebut sebagai bentuk provokasi yang berpotensi merusak persatuan.

“Saya dianggap bodoh kalau membiarkan hal itu terjadi,” tegas Welem.

Karena itu, Bupati meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut pemilik akun tersebut agar tidak ada lagi pihak yang mencoba mengadu-domba atau mempermalukan masyarakat Mamasa melalui media sosial.

Sebelumnya, pasca insiden bendera terbalik, Bupati Welem justru memberikan dukungan kepada anggota Paskibraka yang sempat menangis karena merasa bersalah. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan perundungan, melainkan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan upacara di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Mamasa menegaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan HUT ke-80 RI tetap berlangsung khidmat, tertib, dan penuh makna dengan partisipasi ribuan warga. Namun, sikap provokatif di media sosial seperti unggahan akun Tri Wahyu dianggap mencederai semangat kebersamaan dan akan diproses sesuai hukum. (Red/Leo)

Pos terkait