Ketua DPRD Tana Toraja Terima Aspirasi KASTA, Janji Tindak Lanjuti Persoalan Gaji Guru

KAREBA, TANA TORAJA –Ketua DPRD Kabupaten Tana Toraja menerima langsung aspirasi dari Koalisi Aksi Mahasiswa Toraja (KASTA) 9 yang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD, Selasa (9/9/2025).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti beberapa persoalan di antaranya oknum kepala sekolah di Mappa’ yang membuat laporan bahwa tiga guru tidak masuk sekolah untuk mengajar sehingga gaji tunjangan dan pokok tenaga honor dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja tidak dibayarkan.

Bacaan Lainnya

Yang disampaikan langsung oleh salah satu orator SAPMA Pemuda Pancasila Tana Toraja yang mengatakan bahwa “Oknum kepala sekolah di Simbuang-Mappa’ membuat laporan ketidak hadiran tiga guru selama delapan bulan, sehingga membuat biaya tunjangan dan gaji pokok tidak diterima yang diperkirakan sebesar delapan Juta lebih. Yang selama ini aktif mengajar dan rela mengunakan biaya pribadi sendiri dengan nominal lima ratus perhari sebelum dibayarkan gaji tunjangan transportasi dan gaji pokok”

Ketua DPRD Tana Toraja, Drs. Kendek Rante menyampaikan apresiasi atas sikap kritis mahasiswa dan menegaskan bahwa aspirasi ini akan segera ditindaklanjuti melalui rapat bersama pihak eksekutif.

“Kami mendengar langsung apa yang menjadi keresahan mahasiswa. Masalah keterlambatan gaji tenaga honor dan PPPK adalah hal serius yang harus segera diselesaikan. DPRD akan memanggil Dinas Pendidikan Tana Toraja serta Oknum Kepala Sekolah terkait untuk meminta penjelasan dan mencari solusi secepatnya,” tegas Kendek Rante di hadapan massa aksi.

KASTA dalam orasinya menilai, keterlambatan pembayaran gaji tidak hanya mencederai hak tenaga kerja, tetapi juga mencerminkan lemahnya tata kelola anggaran daerah. Mereka mendesak DPRD untuk tidak sekadar menjadi penonton, melainkan hadir sebagai pengawas sekaligus pengawal kebijakan publik.

Tidak hanya itu KASTA menyempatkan untuk mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Tana Toraja sebelum menuju kantor DPRD Tana Toraja untuk menyampaikan aspirasi terkait gaji guru yang belum di bayarkan selama 8 bulan.

Hal ini direspon baik oleh Kadis Pendidikan Tana Toraja, Andarias Lebang, dalam penyampaiannya ia akan memanggil pihak oknum kepala sekolah dan ketiga guru untuk mengklarifikasi kejadian tersebut dan akan menindak apabila terjadi kesalahan dalam kehadiran guru dan pemalsuan daftar hadir sehingga isu gaji selama delapan bulan dapat terselesaikan dan mendapat solusi yang terbaik.

Aksi yang berlangsung damai tersebut diakhiri dengan penyerahan dokumen tuntutan KASTA kepada Ketua DPRD. Para mahasiswa berharap tindak lanjut nyata segera dilakukan, bukan sekadar janji. (*/Red)

Pos terkait