KAREBA, TANA TORAJA –Kepala Sekolah SMP PGRI Marinding bersama sejumlah guru dan kuasa hukum mereka mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Tana Toraja pada Senin siang, 28 Juli 2025. Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan langsung aspirasi dan permasalahan yang tengah dihadapi sekolah, khususnya terkait dugaan pengrusakan fasilitas sekolah oleh oknum anggota DPRD.
Rombongan diterima langsung oleh Ketua DPRD Tana Toraja, Drs. Kendek Rante, didampingi Wakil Ketua Leonardus Tallupadang dan Evivana Rombedatu. Hadir pula Kabag Dinas Pendidikan Tana Toraja, Alexander Patandean, serta kuasa hukum SMP PGRI Marinding, Antonius T. Tulak, SH., MH.
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD dan berlangsung dalam suasana penuh keprihatinan. Pihak sekolah menyampaikan keluhan dan kronologi dugaan pengrusakan sekolah yang terjadi di wilayah Marinding, Kecamatan Mengkendek, yang diduga melibatkan oknum anggota legislatif Tana Toraja.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kendek Rante menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan, sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berlaku di lembaga legislatif.
“Kami di DPRD membuka ruang komunikasi bagi semua elemen masyarakat, termasuk para pendidik. Aspirasi ini akan kami tindak lanjuti bersama komisi terkait dan Dinas Pendidikan,” ujar Kendek Rante.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan, termasuk memberi perhatian kepada sekolah swasta yang turut berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Tana Toraja.
Lebih lanjut, Kendek Rante menyampaikan dukungan terhadap langkah Kepala Sekolah dan para guru yang berupaya mencari keadilan dan menyelesaikan persoalan hukum secara konstitusional.
“Kami mendukung langkah-langkah hukum yang ditempuh. Namun, jika masih terbuka ruang mediasi antara kedua belah pihak, kami siap memfasilitasi,” tambahnya.
Sementara itu, pihak sekolah berharap adanya kejelasan status sekolah serta dukungan dari pemerintah daerah agar proses belajar mengajar dapat terus berjalan secara optimal, tanpa gangguan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal yang konstruktif dalam penyelesaian konflik yang dihadapi SMP PGRI Marinding serta memperkuat sinergi antara lembaga legislatif dan dunia pendidikan di Kabupaten Tana Toraja. (Red/*)






