KAREBA, TANA TORAJA –Gedung DPRD Kabupaten Tana Toraja kembali diguncang suara lantang mahasiswa. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Aksi Mahasiswa Toraja (KASTA) menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa (09/9/2025), menuntut wakil rakyat keluar dari zona nyaman dan benar-benar berdiri di barisan rakyat.
Dalam orasinya, mahasiswa menuding DPRD Tana Toraja kehilangan taring sebagai lembaga pengawas. Mereka menilai para legislator terlalu larut dalam kepentingan politik dan melupakan janji untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
“DPRD jangan hanya jadi stempel pemerintah. Kalau kalian diam, berarti kalian mengabaikan harapan rakyat yang ingin sejahtera,” teriak salah satu orator di tengah kerumunan massa.
Mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan lokal yang dibiarkan berlarut-larut. Di antaranya kerusakan parah infrastruktur jalan di Simbuang-Mappa’, transparansi penggunaan anggaran, pengadaan mobil ambulans di Dinas Kesehatan, maraknya tambang galian C, mutasi pejabat eselon II dan III, keterlambatan gaji honorer serta PPPK, hingga lambannya pengesahan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RT/RW). Buruknya pelayanan publik juga menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut.
Menurut KASTA, kebijakan pemerintah daerah sering kali justru menambah beban masyarakat, sementara DPRD sebagai lembaga legislatif memilih bungkam.
Aksi berlangsung damai dengan membentangkan spanduk dan poster bertuliskan kritik keras terhadap DPRD. Mahasiswa menegaskan, unjuk rasa ini bukan sekadar simbol perlawanan, tetapi juga peringatan bahwa fungsi pengawasan DPRD tidak boleh mandul.
“Kalau DPRD tidak mampu menjalankan tugasnya, lebih baik mundur. Rakyat butuh wakil, bukan penonton!” tegas perwakilan KASTA saat diterima berdialog oleh sejumlah anggota dewan.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Tana Toraja, Drs. Kendek Rante, menyatakan pihaknya terbuka menerima kritik dan masukan dari mahasiswa maupun masyarakat. Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan akan menjadi catatan penting untuk perbaikan kinerja lembaga legislatif.
“Kami sangat menghargai suara mahasiswa. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami tindaklanjuti, khususnya untuk memperkuat fungsi pengawasan dan mendorong jalannya pemerintahan yang lebih baik,” ujar Kendek Rante di hadapan perwakilan massa aksi.
Meski mendapat respons dari DPRD, mahasiswa menegaskan aksi ini hanyalah awal. Mereka berjanji akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah serta memantau kinerja DPRD, bahkan mengancam akan kembali dengan massa lebih besar bila aspirasi rakyat kembali diabaikan. (*/Red)






