KTNA Mamasa Fasilitasi Ekspor Hortikultura, Legislatif dan Pemda Percepat Akses Pasar Petani

KAREBA, MAMASA  –Sinergi strategis antara Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mamasa, Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa, dan DPR RI membuahkan hasil nyata dalam memajukan sektor pertanian. Pada Jumat malam (30/05/2025), sebanyak 6 ton hasil pertanian hortikultura, terdiri dari kol dan wortel dari Kecamatan Nosu berhasil difasilitasi pemasarannya dan dikirim ke Kalimantan sebagai tahap awal ekspansi pasar luar daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa serta Anggota Komisi IV DPR RI, H. Ajbar, yang secara khusus membidangi sektor pertanian. Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan konkret dari berbagai pemangku kepentingan terhadap penguatan ekosistem pertanian lokal.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara petani, KTNA, pemerintah daerah, dan DPR RI mampu menghasilkan dampak positif. Kami ingin produk pertanian dari Nosu dan wilayah lainnya terus dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Yulius, Ketua KTNA Mamasa.

Sebagai bentuk dukungan langsung kepada petani, H. Ajbar menyerahkan bantuan tiga unit traktor kepada kelompok tani di Nosu. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani, khususnya di wilayah-wilayah terpencil.

Sementara itu, Bupati Mamasa melalui Dinas Pertanian juga mengumumkan program subsidi pupuk gratis bagi para petani dengan total anggaran mencapai Rp 14,7 miliar tahun ini. Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan strategis Pemda untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil pertanian masyarakat.

KTNA berperan penting sebagai jembatan antara petani dan pasar. Melalui jaringan dan pendampingan yang intensif, organisasi ini berupaya memastikan hasil produksi tidak hanya berkualitas, tapi juga mampu tersalurkan secara efektif ke pasar yang lebih luas. Pengiriman 6 ton hasil hortikultura ke Kalimantan menjadi bukti keseriusan KTNA dalam membangun sistem pertanian yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Kepala Dinas Pertanian Mamasa menyampaikan bahwa Pemda terus berkomitmen dalam mendorong penguatan kapasitas petani, penyediaan sarana produksi, serta memperluas akses pasar sebagai bagian dari pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

“Dengan dukungan legislatif dan sinergi bersama KTNA, kami optimis sektor pertanian di Mamasa bisa naik kelas. Keterlibatan aktif semua pihak sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Langkah kolaboratif ini menjadi contoh model pengembangan pertanian berbasis kemitraan antara petani, organisasi tani, pemerintah, dan legislatif. Diharapkan format sinergi seperti ini dapat diterapkan di kecamatan-kecamatan lain di Mamasa demi mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani secara menyeluruh. (Lheo)

Pos terkait