KAREBA, MAMASA –Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap konsep kerja produktif di era modern, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Mamasa menyelenggarakan kegiatan literasi bertema “Bekerja Keras Menuju Bekerja Cerdas” pada Senin, 24 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara dinas terkait dan Bank Sulselbar Cabang Mamasa.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Andi Armini Mustaha, SE., M.A.P., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya institusinya untuk tidak hanya menumbuhkan minat baca-tulis, tetapi juga membangun literasi kerja dan karakter. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran tentang pentingnya bekerja secara strategis dan berorientasi pada kualitas serta hasil.
“Literasi hari ini tidak hanya soal membaca buku, tetapi juga bagaimana seseorang mampu berpikir strategis, efisien, dan produktif dalam dunia kerja. Semangat inilah yang ingin kami bangun melalui kegiatan ini,” ujar Armini.
Hadir sebagai narasumber utama, Plt. Kepala Bank Sulselbar Cabang Mamasa, Dr. Ir. Rio Subagio, SE., M.M., menyampaikan bahwa dalam menghadapi tantangan dunia kerja modern, diperlukan kombinasi antara kerja keras dan kerja cerdas.
“Kerja keras menunjukkan dedikasi dan ketekunan, namun tanpa kerja cerdas, hasilnya bisa tidak efisien. Sebaliknya, kerja cerdas tanpa semangat kerja keras bisa membuat seseorang cepat menyerah. Kita butuh keduanya: cerdas dalam strategi, keras dalam integritas,” tegasnya.
Peserta kegiatan terdiri dari para pendidik, aparatur sipil negara, pelaku UMKM, dan perwakilan komunitas literasi. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi aktif seputar realitas dunia kerja di Mamasa, tantangan generasi muda, serta pentingnya pengelolaan waktu, teknologi, dan etos kerja sebagai kunci keberhasilan di era digital.
Diskusi yang berlangsung hangat mengungkapkan masih minimnya pemahaman sebagian masyarakat terutama generasi muda terkait pentingnya manajemen waktu, kolaborasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah secara strategis.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan berharap program literasi semacam ini dapat menjadi agenda rutin dengan cakupan tema yang lebih luas, seperti literasi keuangan, digital, dan budaya kerja.
Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keuangan seperti Bank Sulselbar dinilai sebagai langkah tepat dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia, terutama dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Bank Sulselbar tidak hanya hadir sebagai institusi keuangan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan. Literasi kerja cerdas akan melahirkan pelaku ekonomi lokal yang profesional, siap bersaing, dan mampu mengelola sumber daya secara bijak,” kata Rio Subagio.
Selaras dengan visi Kabupaten Mamasa untuk menjadi daerah maju, mandiri, dan sejahtera Mamase, inisiatif seperti literasi kerja cerdas menjadi elemen penting dalam percepatan pembangunan daerah.
Dengan pendekatan yang komunikatif dan kontekstual, kegiatan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga melalui dialog lintas sektor dan penguatan budaya literasi. (LEO)






