KAREBA, TANA TORAJA –Rasa lelah menunggu janji perbaikan infrastruktur yang tak kunjung ditepati, membuat masyarakat di tiga lembang di Kabupaten Tana Toraja memilih bertindak sendiri. Jalan rusak yang sudah bertahun-tahun menghambat aktivitas akhirnya diperbaiki secara swadaya oleh warga.
Warga dari Lembang Sillanan, Lembang Pemanukan, dan Lembang Buntu Tabang, bahu membahu membawa material seadanya untuk menimbun lubang-lubang jalan yang sudah lama dibiarkan. Tak sedikit yang rela merogoh kocek pribadi demi membeli material agar jalan bisa kembali dilalui dengan layak.
Salah satu koordinator perbaikan jalan, Paulus Borotoding, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan ini murni atas inisiatif masyarakat.
“Jalan ini sudah 20 tahun tidak tersentuh perbaikan. Padahal, berkali-kali kami usulkan dalam Musrenbang. Pernah ada pengerjaan beberapa tahun lalu, tapi tidak bertahan lama dan kembali rusak,” ungkap Paulus
Kerusakan jalan tersebut bukan sekadar mengganggu kenyamanan berkendara. Lebih dari itu, perekonomian warga ikut terpukul, hasil pertanian sulit dipasarkan, biaya transportasi melonjak, bahkan akses pendidikan dan layanan kesehatan pun terganggu.
“Sudah bertahun-tahun kami mendengar janji manis perbaikan, tapi sampai sekarang tidak ada bukti. Kalau kami terus menunggu, kondisi jalan akan semakin parah. Itu sebabnya kami berinisiatif memperbaiki sendiri,” ujarnya
Meski dengan keterbatasan, semangat gotong royong warga menjadi cermin bahwa mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pemerintah. Namun, mereka tetap berharap langkah swadaya ini mengetuk hati pemerintah daerah untuk segera turun tangan.
“Kami sudah memulai, tapi karena dana terbatas, pekerjaan ini belum bisa selesai tuntas. Kami sangat berharap ada uluran tangan dari pemerintah maupun pihak lain agar jalan ini benar-benar bisa dinikmati seluruh masyarakat,” tambah Paulus. (*/Red)






