KAREBA, TORAJA UTARA –Seorang jurnalis di Toraja dilaporkan menjadi korban dugaan tindak kekerasan saat mendampingi rekannya menagih pembayaran uang rental telepon genggam (HP) kepada seorang pelanggan yang disebut telah menunggak pembayaran. Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Nonongan Selatan, Lembang Sopai, Kabupaten Toraja Utara, Senin (1/6/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berinisial LT awalnya hanya berniat menemani rekannya untuk menyelesaikan persoalan tunggakan pembayaran secara kekeluargaan. Namun situasi di lokasi berubah tegang setelah sejumlah orang yang diduga merupakan keluarga dari penyewa HP datang ke tempat tersebut.
LT menuturkan bahwa saat proses penagihan berlangsung, pihak penyewa berinisial DN meminta agar persoalan tersebut dibicarakan bersama keluarganya. Tidak lama kemudian, tiga orang tak dikenal (OTK) yang diduga masih memiliki hubungan keluarga dengan DN datang dan melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya dan rekannya.
“Niat saya hanya mendampingi kawan untuk menagih uang rental HP yang sudah cukup lama belum dibayar. Saat itu DN mengatakan akan menunggu pamannya untuk menyelesaikan persoalan tunggakan tersebut. Namun tidak lama kemudian kami dikelilingi tiga orang yang diduga keluarganya dan melakukan pemukulan terhadap saya dan teman saya hingga mengalami luka. Teman saya bahkan mengalami cedera pada bagian hidung dan mengeluarkan darah,” ujar LT melalui pesan WhatsApp.
Akibat insiden tersebut, korban mengaku mengalami luka fisik dan merasa keberatan atas tindakan yang diterimanya. LT kemudian menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Toraja Utara agar dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian sejumlah pihak karena korban merupakan seorang jurnalis yang saat kejadian tidak memiliki keterlibatan langsung dalam persoalan tunggakan pembayaran tersebut, melainkan hanya mendampingi rekannya.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas peristiwa tersebut secara profesional, objektif, dan transparan guna memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak yang dilaporkan terkait insiden tersebut. (Red/NBP)





