Ketua DPRD Tana Toraja Temui Massa Aksi Digedung DPRD, Tegaskan Komitmen Serap Aspirasi Penolakan Geotermal

KAREBA, TANA TORAJA  –Ketua DPRD Kabupaten Tana Toraja, Drs. Kendek Rante, bersama Wakil Ketua dan Anggota DPRD lainnya serta Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, turun langsung menemui massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geotermal di Gedung DPRD Tana Toraja, Makale, Kabupaten Tana Toraja pada Kamis, 19 Febuari 2026. Kehadiran Ketua DPRD di tengah demonstrasi tersebut sebagai bentuk respon cepat terhadap aspirasi masyarakat yang menyuarakan penolakan terhadap rencana proyek geotermal di wilayah Toraja tepatnya di Lembang Balla, Kecamatan Bittuang.

Di hadapan ratusan massa aksi, Ketua DPRD menyampaikan bahwa lembaga legislatif terbuka terhadap setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat. Ia menegaskan bahwa DPRD tidak akan menutup mata terhadap kekhawatiran warga, terutama yang berkaitan dengan dampak lingkungan, sosial, dan budaya.

Bacaan Lainnya

“Kami hadir di sini untuk mendengar langsung suara masyarakat. Apa yang menjadi tuntutan hari ini akan kami tindak lanjuti melalui mekanisme kelembagaan DPRD,” ujar Ketua DPRD di hadapan peserta aksi.

Aliansi Masyarakat Toraja dalam aksinya menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya penolakan terhadap perencanaan pembangunan perusahaan geotermal yang dinilai berpotensi merusak lingkungan serta mengganggu keseimbangan alam dan nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini dijaga masyarakat Toraja.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD menegaskan bahwa pihaknya akan segera mengagendakan rapat bersama pemerintah daerah dan instansi terkait guna membahas secara komprehensif persoalan tersebut. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap kondusif serta mengedepankan dialog dalam menyikapi perbedaan pandangan.

“Kami berharap semua pihak menahan diri dan tetap menjaga ketertiban. Aspirasi ini akan kami kawal agar mendapatkan perhatian serius dari pemerintah,” tambahnya.

Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. Massa aksi juga menyatakan akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan sikap dari pemerintah daerah terkait proyek geotermal di Tana Toraja.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi dari pemerintah daerah terkait kelanjutan rencana proyek geotermal tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *