KAREBA, TANA TORAJA –Aksi demonstrasi lanjutan yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geotermal kembali berlangsung di depan gedung DPRD Tana Toraja, Kabupaten Tana Toraja. Dalam aksi kedua ini, DPRD Tana Toraja secara resmi menandatangani dua poin tuntutan yang diajukan dan telah dikaji bersama perwakilan Aliansi massa aksi sebagai bentuk komitmen terhadap aspirasi masyarakat pada Jumat, 13 Maret 2026.
Ketua DPRD Tana Toraja, Drs. Kendek Rante, di dampingi Wakil Ketua Leonardus Tallupadang dan Evivana Rombe Datu, serta anggota dewan lainnya yang hadir langsung di tengah massa menyampaikan bahwa penandatanganan tersebut merupakan langkah konkret lembaga legislatif dalam merespon tuntutan masyarakat terkait penolakan proyek geotermal di wilayah Toraja.
“Kami telah menerima dan menandatangani dua tuntutan utama dari Aliansi Masyarakat Toraja. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujar Ketua DPRD di hadapan peserta aksi.
Adapun dua poin tuntutan yang disepakati dan ditandatangani DPRD Tana Toraja antara lain, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja Bersama dengan perwakilan pembawa aspirasi dari Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geotermal , maka Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja Penerima Aspirasi merekomendasi sebagai berikut :
1) Merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja untuk menindak lanjuti tuntutan Aliansi Masyarakat Toraja untuk menolak eksplorasi Geotermal ke Kementerian ESDM RI di Jakarta .
2) Merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Toraja untuk menindaklanjuti seruan Masyarakat Bittuang untuk menolak ke Kementerian ESDM RI untuk menghentikan proses eksploitasi Geotermal di Lembang Balla Kecamatan Bittuang Kabupaten Tana Toraja.
Massa aksi menyambut langkah tersebut dengan apresiasi, namun tetap menegaskan akan terus mengawal realisasi dari komitmen yang telah ditandatangani. Mereka menilai bahwa penandatanganan tuntutan merupakan awal dari perjuangan panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan dan nilai budaya Toraja.
Sementara itu, Ketua DPRD juga mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif, serta mengedepankan dialog dalam mencari solusi terbaik.
“Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang merugikan. DPRD akan mengawal tuntutan ini hingga ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah,” tambahnya.
Aksi demonstrasi kedua ini berlangsung dengan tertib di bawah pengawalan aparat keamanan. Aliansi Masyarakat Toraja menyatakan akan terus melakukan aksi lanjutan apabila tuntutan yang telah disepakati tidak segera direalisasikan oleh pihak terkait.





