Merasah Dirugikan, Penerima PKH di Tana Toraja Diduga “Blackout” Akibat Rekening Disalahgunakan untuk Transaksi Judol

KAREBA, TANA TORAJA –Salah seorang keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Tana Toraja, mengaku dirugikan setelah bantuan PKH yang selama ini diterima keluarganya diduga mengalami blackout atau penghentian akses oleh Dinas Sosial Kabupaten Tana Toraja.

Hal itu di sampaikan langsung oleh keluarga Ristayani yang menjadi korban blackout. Ia menyebut, persoalan tersebut diduga berkaitan dengan penyalahgunaan nomor seluler, Kartu Keluarga (nomor KK) dan rekening oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan transaksi yang diduga berhubungan dengan judi online (judol).

Bacaan Lainnya

Menurut Ristayani, pihak keluargany tidak mengetahui adanya transaksi yang diduga mencurigakn tersebut. Ia menduga nomor seluler, Kartu Keluarga (nomor KK) dan rekening yang gunakan untuk menerimaan bantuan PKH telah dimanfaatkan oleh pihak lain tanpa sepengetahuan keluarganya sendiri.

“Kami merasa sangat dirugikan karena bantuan PKH ini sangat dibutuhkan bagi keluarganya. Kami tidak pernah bermaksud menggunakan nomor seluler, Kartu Keluarga (nomor KK) dan rekening tersebut untuk transaksi judi online. Kalau memang ada transaksi seperti itu, kami menduga rekening telah digunakan oleh oknum lain karena judi online kami tidak tahu,” ujar Ristayani lewat via telpon whatsapp.

Ia berharap pihak terkait dapat melakukan pemeriksaan dan klarifikasi secara menyeluruh agar persoalan tersebut dapat diketahui secara terang. Ristayani juga meminta agar status penerima PKH keluarganya tidak langsung dihentikan sebelum diketahui siapa yang sebenarnya melakukan transaksi tersebut.

“Kami berharap ada solusi dan kejelasan. Jangan sampai kami yang menjadi korban justru kehilangan hak mendapatkan bantuan yang hanya di sampaikan saja, sudah tidak bisah menerima bantuan PKH dari dinas Sosial tanpa ada solusi yang diberikan”, tambah Ristayani

Kejadian tersebut baru diketahui ketika ia menggantar keluarganya ke Dinas Sosial Tana Toraja untuk mengurus administrasi bantuan PKH yang akan di terima keluarga.

“Itu bermula ketika saya menggantar Mama saya ke Dinas Sosial untuk mengurus penerimaan bantuan, saat itu saya berada di ruang tunggu dan Mama saya bertemu bagian administrasi untuk mengecek data-data keluarga kami dan tidak berselang lama bagian administrasi menyampaikan ke Mama saya bahwa rekening yang digunakan telah terindikasi penyalahgunaan transaksi judol, maka dari itu kami di blackout dari penerima bantuan PKH sembari memperlihatkan layar monitor ke mama saya itu yang di sampaikan oleh bagian administrasi”, ungkap Ristayani

Ristayani berharap pihak Dinas Sosial Tana Toraja, Pendamping PKH, dan Bank terkait dapat membantu keluarganya untuk melakukan penelusuran terhadap transaksi yang menyebabkan rekening tersebut diduga masuk dalam status blackout.

Ia juga mengimbau masyarakat penerima bantuan sosial agar lebih berhati-hati dalam menjaga rekening dan tidak memberikan akses kepada orang lain untuk digunakan dalam melakukan transaksi.

Kasus tersebut diharapkan dapat segera mendapatkan kejelasan sehingga apabila benar Ristayani dan keluarganya merupakan korban penyalahgunaan rekening, hak mereka sebagai penerima bantuan sosial dapat dipertimbangkan kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *