KAREBA, TORAJA UTARA –Masyarakat Maluko Tondok Kalo’, Kelurahan Baruppu Benteng Batu, Kecamatan Baruppu, Kabupaten Toraja Utara, menggelar musyawarah bersama untuk menyepakati penetapan harga tiket masuk menuju objek wisata Air Terjun Sarambu Tonapa sebesar Rp35.000 per orang. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung perbaikan akses jalan menuju kawasan wisata yang selama ini menjadi kendala bagi pengunjung.
Musyawarah yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemerintah lurah, dan pemuda, itu menghasilkan kesepakatan bahwa sebagian pendapatan dari penjualan tiket akan dialokasikan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan menuju kawasan wisata Sarambu Tonapa.
Selama ini, kondisi jalan menuju Baruppu dan Air Terjun Sarambu Tonapa masih membutuhkan perhatian serius. Meski memiliki panorama alam yang memukau, akses yang cukup sulit menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan destinasi wisata tersebut.
Melalui kesepakatan bersama, masyarakat berharap penetapan tarif tiket dapat menjadi solusi untuk menghadirkan sumber pendanaan yang berkelanjutan dalam memperbaiki infrastruktur jalan tanpa menghilangkan semangat gotong royong yang selama ini telah terbangun.
Selain untuk mendukung perbaikan jalan, dana yang terkumpul juga direncanakan digunakan untuk meningkatkan fasilitas pendukung wisata, menjaga kebersihan kawasan, serta memperkuat pengelolaan destinasi agar semakin nyaman dan aman bagi wisatawan.
Perwakilan masyarakat menyampaikan bahwa keputusan tersebut lahir dari hasil musyawarah yang mengedepankan kepentingan bersama. Mereka berharap seluruh masyarakat dapat mendukung kebijakan tersebut demi kemajuan Baruppu dan pengembangan potensi wisata Air Terjun Sarambu Tonapa.
“Harapan kami, dengan adanya kontribusi dari setiap pengunjung, akses jalan menuju Sarambu Tonapa dapat diperbaiki secara bertahap sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman,” ujar salah satu masyarakat Maluko Tondok Kalo’
Air Terjun Sarambu Tonapa dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan air terjun dengan suasana hutan yang masih asri. Potensi tersebut diyakini mampu menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan di Toraja Utara apabila didukung oleh infrastruktur yang memadai.
Masyarakat berharap kebijakan hasil musyawarah ini menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan pariwisata berbasis partisipasi masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga melalui sektor pariwisata yang dikelola secara berkelanjutan.





