KAREBA, TANA TORAJA -Kasus pencurian yang menyasar sejumlah rumah ibadah di wilayah Toraja pada Mei hingga Juni 2025 kembali menjadi sorotan. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Toraja menantang kedua Kapolres Tana Toraja yang baru dan Kapolres Toraja Utara untuk segera menunjukkan langkah konkret untuk mengungkap dan menuntaskan kasus yang kini terbenam tanpa ada kejelasan.
PMKRI menilai kasus pencurian di rumah ibadah tidak boleh terus berjalan tanpa kejelasan. Pergantian pimpinan kepolisian di dua wilayah tersebut dinilai harus menjadi momentum untuk mempercepat penanganan perkara dan memberikan kejelasan kepada masyarakat.
Presidium Gerak Kemasyarakatan PMKRI Cabang Toraja, Milton Lando, menantang kedua kapolres yang baru tidak membiarkan kasus tersebut terbenam tanpa penyelesaian.
“Kasus pencurian yang terjadi di rumah-rumah ibadah di Toraja tidak boleh dilupakan begitu saja. Dengan ini saya menantang kedua Kapolres didua wilayah Toraja segera memastikan kasus ini ditangani secara serius dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” tegas Milton.
Menurutnya, pencurian di rumah ibadah bukan sekadar persoalan kerugian materi, tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat dalam menjalankan ibadah.
Karena itu, PMKRI mendesak kepolisian segera melakukan penyelidikan secara maksimal dan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan apabila bukti telah mencukupi.
Ketua Presidium PMKRI juga mendesak kepolisian memperkuat patroli dan pengamanan di sekitar rumah ibadah, terutama di lokasi dan waktu yang dinilai rawan.
“Kami berharap Kapolres yang baru tidak membiarkan kasus ini berjalan tanpa kepastian. Segera lakukan penyelidikan secara maksimal dan sampaikan perkembangan penanganannya kepada publik secara proporsional,” ujar Milton.
Ia menegaskan, kepolisian harus hadir memberikan rasa aman dan mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Jangan sampai masyarakat kembali dibuat resah karena kejadian serupa terulang. Kepolisian harus hadir dan memastikan rumah ibadah mendapatkan perlindungan yang layak,” ujarnya.
PMKRI Cabang Toraja menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut. Bagi mereka, penyelesaian kasus ini bukan hanya soal kerugian materi, tetapi juga menyangkut keamanan masyarakat, penghormatan terhadap rumah ibadah, dan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.





