6 Hari Kebakaran Hutan di Lembang Marinding Belum Padam, Bupati Tator Pimpin Langsung Upaya Pemadaman

KAREBA, TANA TORAJA –Kebakaran hutan dan lahan yang melanda Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, sejak 01 Agustus 2026 hingga kini masih belum berhasil dipadamkan. Memasuki hari keenam (6), kobaran api masih terlihat di sejumlah titik, sementara tim gabungan terus berupaya mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke kawasan lainnya.

Besarnya skala kebakaran mendorong Bupati Tana Toraja turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi di lapangan. Dalam kunjungan tersebut, Bupati memimpin koordinasi penanganan, memberikan arahan kepada seluruh personel, serta memastikan upaya pemadaman berlangsung secara maksimal dan terkoordinasi.

Bacaan Lainnya

Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), pemerintah kecamatan dan lembang, personel TNI, serta para relawan. Seluruh personel harus menghadapi medan yang terjal, vegetasi yang kering, serta kondisi cuaca yang mendukung cepatnya penyebaran api sehingga proses pemadaman menjadi semakin sulit.

Di tengah beratnya tantangan tersebut, semangat gotong royong masyarakat Lembang Marinding menjadi salah satu kekuatan utama dalam penanganan bencana. Warga secara sukarela membantu petugas dengan menyediakan air minum, makanan, serta perlengkapan sederhana untuk mendukung proses pemadaman. Selain itu, masyarakat juga ikut membuat sekat bakar dan memberikan informasi mengenai titik-titik api yang sulit dijangkau. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dinilai sangat membantu mempercepat upaya pengendalian kebakaran.

Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan pertanian. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dari instansi yang berwenang.

Pemerintah Kabupaten Tana Toraja kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, khususnya pada musim kemarau. Praktik tersebut berisiko tinggi memicu kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam keselamatan warga, merusak ekosistem, menimbulkan pencemaran udara, serta menyebabkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

Hingga berita ini diterbitkan, tim gabungan bersama masyarakat masih terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik api yang masih aktif. Pemerintah berharap kebakaran dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas ke wilayah lain dan aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung secara normal.

Semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat menjadi bukti bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Diharapkan, sinergi tersebut mampu mempercepat proses pemadaman sekaligus meminimalkan dampak kebakaran terhadap lingkungan dan masyarakat di Kabupaten Tana Toraja. (BS/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *